Archives

gravatar

belajar jadi HACKER untuk pemula


Apa Hacker Itu?

Jargon File memuat beberapa definisi
untuk kata ‘hacker’, hampir semuanya berkaitan dengan kemahiran teknis
serta kegemaran menyelesaikan masalah dan mengatasi keterbatasan. Namun
jika ingin /menjadi/ seorang hacker, hanya ada dua definisi yang relevan.

hacker
Ada sebuah komunitas, budaya, terdiri dari para programer mahir dan ahli
jaringan, yang sejarahnya bermula dari dekade minikomputer pertama yang
memiliki time-sharing dan zaman eksperimen awal ARPAnet. Dari anggota
budaya inilah muncul istilah ‘hacker’. Hackerlah yang membangun
internet. Hackerlah yang membuat sistem operasi Unix menjadi seperti
sekarang. Hackerlah yang mengoperasikan Usenet. Hacker yang membuat
World Wide Web berjalan. Jika Anda bagian dari budaya ini, jika Anda
telah menyumbangkan sesuatu untuk budaya ini, dan rekan lain di dalamnya
mengenali Anda sebagai seorang hacker, maka seorang hackerlah Anda.

Cara pikir hacker tidak terbatas pada budaya hacker software. Ada orang
yang menerapkan sikap hacker pada banyak bidang lain, elektronik atau
musik — bahkan, cara pikir hacker ada di tingkat tertinggi setiap
bidang ilmu dan seni. Hacker software mengakui semangat serupa ini dan
kadang menyebut orang-orang tersebut “hacker” pula — sebagian juga
berpendapat bahwa sifat seorang hacker tidak bergantung pada wadah
tempatnya bekerja. Tapi, untuk selanjutnya, kita akan memusatkan
perhatian pada software hacker, keahlian dan sikap mereka, serta tradisi
budaya bersama yang melahirkan istilah ?hacker?.

Terdapat pula sekelompok lain yang menyebut-nyebut diri hacker, padahal
bukan. Mereka-mereka ini (terutama terdiri dari remaja pria) mendapat
kepuasan lewat membobol komputer dan mengakali telepon (phreaking).
Hacker sejati menyebut orang-orang ini ‘cracker’ dan tidak suka bergaul
dengan mereka. Hacker sejati memandang cracker sebagai orang malas,
tidak bertanggung jawab, dan tidak terlalu cerdas. Hacker sejati tidak
setuju jika dikatakan bahwa dengan menerobos keamanan seseorang telah
menjadi hacker, sama seperti jika dikatakan bahwa mengontakkan mobil
membuat seseorang langsung menjadi ahli mesin. Sayangnya, wartawan dan
penulis telah salah kaprah dan menggunakan kata ‘hacker’ untuk
melukiskan cracker; sesuatu yang selalu membuat kesal para hacker sejati.

Perbedaan mendasar antara hacker dan cracker: hacker membangun, cracker
membongkar.

Jika Anda ingin menjadi hacker, lanjutkan membaca. Jika ingin menjadi
cracker, kunjungi newsgroup alt.2600 dan bersiaplah
menghabiskan lima sampai sepuluh tahun di balik jeruji setelah
mengetahui bahwa Anda ternyata tidak sepandai yang Anda kira. Hanya itu
yang perlu dikatakan tentang cracker.

3. Sikap Hacker

Pekerjaan hacker menyelesaikan masalah dan membangun sesuatu, dan hacker
percaya pada kebebasan dan kerjasama sukarela. Agar dapat diterima
sebagai seorang hacker, Anda harus berbuat seolah-olah Anda memiliki
sikap ini. Dan agar dapat berbuat demikian, sikap ini harus benar-benar
diyakini.

Tapi kalau Anda berniat menumbuhkan sikap ini hanya agar dapat diterima
di lingkungan hacker, maka Anda belum menangkap maknanya. Menjadi orang
yang meyakini sikap hacker penting bagi /Anda sendiri/ — agar bisa
terus belajar dan termotivasi. Sama seperti semua seni kreatif lain,
cara paling efektif untuk menjadi seorang ahli adalah dengan meniru cara
berpikir ahli-ahli lainnya — bukan hanya secara intelektual tapi juga
emosional.

Seperti diungkapkan oleh sebuah sajak Zen modern di bawah:

Untuk mengikuti jalan:
pandanglah sang ahli,
ikuti sang ahli,
berjalan bersama sang ahli,
kenali sang ahili,
jadilah sang ahli.

Jadi, jika ingin menjadi hacker, ulangi pernyataan di bawah ini sampai
benar-benar Anda yakini:

3.1 Dunia penuh dengan persoalan-persoalan menarik yang menanti
untuk dipecahkan.

Menjadi seorang hacker sebetulnya menyenangkan, tapi ‘menyenangkan’ yang
menuntut usaha. Usaha ini membutuhkan motivasi. Atlet yang sukses
memperoleh motivasi dari kepuasan fisik saat tubuh mereka beraksi, saat
mendorong diri melampaui batasan fisik. Demikian juga, untuk menjadi
seorang hacker Anda harus merasa tertarik memecahkan persoalan, mengasah
keahlian, dan melatih kecerdasan.

Jika Anda merasa bukan seperti ini secara naluri, Anda harus berusaha
menjadi demikian jika ingin berhasil menjadi hacker. Jika tidak, energi
hacking Anda akan melemah karena perhatian teralihkan oleh seks, uang,
dan kedudukan.

(Anda pun harus mengembangkan keyakinan pada kapasitas belajar diri –
keyakinan bahwa meskipun yang Anda ketahui belum cukup untuk memecahkan
suatu persoalan, jika satu potongan saja dari persoalan Anda usaha
pecahkan, maka itu sudah cukup memberi pelajaran kepada Anda untuk
menyelesaikan potongan berikutnya — dan berikutnya, hingga semua
potongan terselesaikan.)

3.2 Tidak seharusnya masalah yang sama dipecahkan dua kali.

Otak yang kreatif merupakan sumber daya yang berharga dan terbatas.
Tidak seharusnya sumber daya ini diboroskan hanya untuk memikirkan
kembali suatu persoalan dari dasar; padahal ada begitu banyak masalah
menarik baru lain di dunia ini yang menanti.

Agar dapat bertingkah laku seperti hacker, Anda harus percaya bahwa
waktu berpikir hacker lain itu berharga — sebegitu berharganya hingga
merupakan suatu kewajiban moral bagi Anda untuk membagikan informasi,
menyelesaikan masalah lalu memberi jawabannya pada hacker lain supaya
mereka menyelesaikan masalah /baru/ dan tidak selamanya berkutat pada
masalah-masalah lama.

(Tidak harus berkeyakinan bahwa /semua/ produk kreatif Anda harus
direlakan bagi orang lain, meski hacker yang demikianlah yang paling
dihormati hacker lain. Menurut nilai-nilai hacker, jual saja sebagian
asal cukup untuk tetap makan, tetap dapat membayar sewa rumah, dan tetap
dapat memakai komputer. Tidak melanggar nilai hacker jika Anda
memanfaatkan ilmu Anda untuk membiayai keluarga atau bahkan memperkaya
diri, asalkan sambil melakukannya tetap setia pada disiplin ilmu dan
sesama hacker lain.)

3.3 Kebosanan dan pekerjaan membosankan itu jahat.

Hacker (dan manusia kreatif pada umumnya) tidak seharusnya dibosankan
dengan pekerjaan bodoh yang berulang-ulang, karena ini berarti mereka
tidak melakukan pekerjaan yang hanya bisa dilakukan oleh mereka –
menyelesaikan persoalan-persoalan baru. Pemborosan sumber daya ini
merugikan semua pihak. Karena itu kebosanan dan pekerjaan membosankan
bukan saja tidak menyenangkan tapi juga jahat.

Agar dapat bertingkah laku seperti hacker, Anda harus meyakini hal ini
sehingga Anda berkeinginan untuk mengotomasi sebanyak mungkin bagian
yang membosankan, bukan saja bagi diri sendiri tapi juga orang lain
(terutama sesama hacker).

(Ada satu kekecualian yang jelas. Hacker kadang melakukan pekerjaan yang
di mata orang lain tampaknya berulang-ulang atau membosankan; ini untuk
latihan menjernihkan pikiran, atau dalam rangka memperoleh keahlian atau
pengalaman yang tak bisa tidak harus diperoleh dengan cara demikian.
Tentu saja hal ini dilakukan atas dasar kehendaknya sendiri — setiap
orang yang mampu berpikir tidak seharusnya dipaksa menjadi bosan.)

3.4 Kebebasan itu baik.

Secara alamiah hacker itu anti-otoriter. Siapa pun yang dapat memerintah
Anda akan dapat menghentikan Anda untuk menyelesaikan persoalan yang
menarik — dan, sesuai pikiran otak para otoriter, pada umumnya akan
membuat alasan yang benar-benar bodoh untuk itu. Jadi sikap otoriter
harus dilawan di mana pun Anda berada, agar nantinya tidak menekan Anda
dan hacker-hacker lain.

(Tidak untuk disamakan dengan melawan setiap bentuk kekuasaan. Anak-anak
tetap harus dibimbing, para kriminal ditahan. Seorang hacker mungkin
akan tunduk pada bentuk-bentuk kekuasaan tertentu agar dapat memperoleh
sesuatu yang lebih dari waktu yang dibutuhkan untuk mengikuti peraturan.
Ini lebih merupakan tawar-menawar yang terbatas dan dilakukan secara
sadar; jenis tunduk diri yang diinginkan oleh orang-orang otoriter tentu
saja tidak bisa diterima.)

Para otoriter hidup di atas sensor dan kerahasiaan. Mereka tidak percaya
pada kerjasama dan berbagi informasi — satu-satunya jenis ‘kerja sama’
yang disukai adalah yang dapat mereka kendalikan. Jadi untuk berlaku
seperti seorang hacker, Anda perlu mengembangkan rasa benci pada
penyensoran, kerahasiaan, dan penggunaan kekerasan atau penipuan untuk
memaksakan kehendak pada orang dewasa. Dan Anda harus bersedia bertindak
atas dasar keyakinan ini.

3.5 Sikap saja tak ada artinya tanpa keahlian.

Untuk menjadi hacker, Anda perlu mengembangkan sebagian dari sikap-sikap
yang telah disebutkan. Tapi memiliki sikap saja belum membuat seseorang
menjadi hacker, atau atlet juara atau bintang rock. Untuk menjadi hacker
dibutuhkan kecerdasan, latihan, dedikasi, dan kerja keras.

Jadi, Anda perlu belajar untuk tidak mempercayai sikap saja dan
menghormati setiap bentuk kemampuan. Hacker tidak bersedia menghabiskan
waktu dengan orang-orang yang hanya bersikap seperti hacker, tapi hacker
memuja keahlian — terutama keahlian dalam hacking, tapi juga keahlian
di bidang apapun. Yang terlebih bagus lagi yaitu keahlian dalam bidang
yang sulit dan hanya dapat dikuasai oleh sedikit orang, dan yang terbaik
adalah keahlian dalam bidang yang sulit dan melibatkan ketajaman mental,
keahlian, serta konsentrasi.

Bila Anda memuja keahlian, Anda akan merasa senang dalam meningkatkan
kemampuan diri — kerja keras dan dedikasi akan menjadi semacam
permainan yang mengasyikkan ketimbang pekerjaan membosankan. Dan hal ini
penting dalam proses menjadi hacker.

4. Kemampuan Hacking Dasar

Sikap hacker penting, tapi terlebih penting lagi keahlian. Sikap bukan
pengganti keahlian, dan ada seperangkat keahlian menggunakan perangkat
tool yang perlu Anda kuasai sebelum orang bahkan bisa berpikir memanggil
Anda hacker.

Perangkat tool ini perlahan-lahan memang berubah seiring teknologi yang
menciptakan keahlian baru dan membuat keahlian lama tidak berguna.
Misalnya, dulu keahlian pemrograman bahasa mesin termasuk, dan kemampuan
HTML belum dan hanya baru-baru ini saja. Yang jelas saat ini yang
termasuk adalah:

4.1 Pelajari pemrograman.

Ini tentunya merupakan keahlian hacking yang fundamental. Jika Anda
belum pernah belajar bahasa pemrograman mana pun, saya sarankan mulai
dengan Python . Disainnya bersih, terdokumentasi
dengan baik, dan cukup mudah bagi pemula. Meski menjadi bahasa pertama,
bukan berarti Python hanya mainan; Python amat ampuh dan fleksibel dan
cocok untuk proyek-proyek besar. Saya menulis evaluasi terhadap Python
yang
lebih mendetil. Tutorial Python bisa dilihat di situs web Python
(terjemahan Indonesia
).

Java juga bahasa yang baik untuk belajar pemrograman. Lebih sulit dari
Python, tapi menghasilkan kode yang lebih cepat dari Python. Menurut
saya Java amat bagus sebagai bahasa kedua.

Perlu diingat bahwa dengan satu dua bahasa pemrograman saja Anda tidak
akan mencapai tingkat keahlian seorang hacker, atau bahkan seorang
programer — Anda perlu belajar cara memandang pemrograman secara umum,
tidak bergantung pada satu bahasa mana pun. Untuk menjadi hacker sejati,
Anda perlu mencapai tahap di mana Anda dapat mempelajari bahasa baru
dalam beberapa hari, dengan menghubungkan apa yang ada di manual dengan
apa yang telah Anda ketahui. Hal ini berarti, Anda perlu mempelajari
beberapa bahasa yang jauh berbeda satu dengan yang lainnya.

Jika ingin serius dalam pemrograman, pada akhirnya Anda harus belajar C,
bahasa inti sistem operasi Unix. C++ terkait erat dengan C; jika tahu
yang satu, belajar yang lain tidak akan susah. Namun keduanya bukan
bahasa yang cocok untuk dipelajari pertama kali.

Bahasa lain yang juga penting untuk hacker antara lain Perl
dan LISP .
Perl patut dipelajari untuk kebutuhan praktis; Perl dipakai secara amat
meluas untuk halaman web aktif dan untuk administrasi sistem, jadi
meskipun nantinya Anda tidak akan membuat program dalam Perl, Anda
sebaiknya belajar cara membaca Perl. LISP patut dipelajari karena akan
memberikan pengalaman ‘membuka pikiran’ jika Anda telah menangkapnya;
dengan mempelajari LISP, Anda akan menjadi seorang programer yang lebih
baik, meskipun dalam kenyataan Anda akan jarang memakainya.

Paling baik sebetulnya mempelajari semuanya (Python, Java, C/C++, Perl,
dan LISP). Selain merupakan bahasa-bahasa terpenting dalam hacking,
masing-masing mewakili cara pendekatan pemrograman yang berbeda, dan
tiap bahasa akan memberi Anda pelajaran-pelajaran berharga.

Tentu saja, di sini tidak mungkin saya memberi petunjuk lengkap cara
memrogram — pemrograman merupakan keahlian yang kompleks. Tapi, satu
petunjuk yang saya berikan: buku dan kursus saja tidak akan membuat Anda
menjadi seorang programer (banyak, mungkin hampir semua hacker terbaik
itu belajar mandiri). Anda akan menjadi programer dengan (a) /membaca
kode/ dan (b) /menulis kode/.

Belajar membuat program adalah seperti belajar menulis dalam bahasa
alamiah. Cara terbaik untuk melakukannya dengan membaca tulisan yang
dibuat oleh para ahlinya, membuat tulisan sendiri sedikit, membaca lebih
banyak lagi, menulis lebih banyak, dan mengulanginya sampai di tulisan
Anda mulai terbentuk semacam kekuatan dan kemahiran penggunaan kata
seperti di tulisan-tulisan yang semula Anda teladani.

Dahulu sulit mencari kode yang baik untuk dibaca, karena dulu hanya
sedikit program-program besar yang terdapat dalam bentuk source untuk
bisa dibaca dan diutak-atik hacker-hacker pemula. Sekarang kondisinya
jauh berbeda: software open-source, tool pemrograman, dan sistem operasi
(semua dibuat oleh hacker) kini banyak terdapat. Dan ini mengantar kita
pada poin berikutnya?

4.2 Cari, pelajari, dan jalankan salah satu versi Unix open-source.

Saya anggap Anda memiliki, atau memperoleh akses ke komputer pribadi
(anak-anak sekarang mudah sekali mendapatkan akses :-) ). Kalau ada satu
langkah terpenting bagi pemula untuk mendapatkan kemampuan hacker, itu
adalah mendapatkan satu salinan sistem operasi Linux atau salah satu
Unix BSD, meng-install-nya di komputer sendiri, dan menjalankannya.

(Tidak saya sarankan meng-install Linux sendirian jika Anda pemula. Cari
klub komputer atau kelompok pengguna Linux di daerah Anda dan mintalah
bantuan; atau hubungi Linux Internet Support Co-Operative
. LISC mengurus channel-channel IRC
tempat Anda dapat bertanya).
Tentu, di dunia ini ada banyak sistem operasi selain Unix. Tapi
sistem-sistem operasi tersebut didistribusikan dalam program jadi
(binary) — kodenya tidak bisa Anda baca, sehingga sistem operasi
tersebut tidak bisa Anda modifikasi. Belajar hacking di DOS atau Windows
atau MacOS adalah bagaikan belajar menari dengan seluruh tubuh digips.

Lagipula Unix-lah sistem operasi Internet. Meski tentu bisa belajar
menggunakan internet tanpa mengenal Unix, Anda tak akan mampu menjadi
hacker Internet tanpa memahami Unix. Untuk alasan inilah, budaya hacker
saat ini cukup cenderung berat ke Unix. (Ini tidak selalu benar,
beberapa hacker zaman dahulu tidak menyukai kenyataan ini, tapi
simbiosis antara Unix dan Internet telah menjadi kuat sehingga bahkan
otot Microsoft pun tak mampu membengkokkannya.)

Jadi, buatlah sistem Unix — saya pribadi menyukai Linux tapi tentu saja
ada yang lainnya (dan ya, Anda /bisa/ menjalankan Linux dan DOS/Windows
di mesin yang sama). Pelajari Unix. Jalankan Unix. Bermain-mainlah
dengan Unix. Berhubungan dengan internet melalui Unix. Baca kodenya.
Modifikasi. Di Unix Anda akan menjumpai tool pemrograman yang lebih baik
(termasuk C, Lisp, Python, dan Perl) ketimbang di sistem operasi
Microsoft manapun, Anda akan bersenang-senang, dan Anda akan mendapat
pengetahuan lebih dari yang Anda sadari sampai kemudian ketika mengenang
kembali Anda telah seorang hacker ahli.

Lebih jauh tentang mempelajari Unix, lihat The Loginataka
.

Untuk memperoleh Linux, lihat Where can I get Linux
.

Bantuan dan resource BSD Unix bisa Anda lihat di www.bsd.org
.

Saya menulis pengantar dasar Unix dan Internet
.

(Catatan: Saya tidak menganjurkan menginstal Linux atau BSD sendirian
jika Anda seorang pemula. Untuk Linux, carilah sebuah kelompok pengguna
lokal Linux [KPLI di Indonesia] dan mintalah bantuan mereka; atau
hubungi Open Projects Network . LISC
memaintain daftar IRC channel 
yang bisa Anda datangi untuk memperoleh bantuan.)

4.3 Pelajari cara menggunakan World Wide Web dan cara menulis HTML.

Kebanyakan hasil budaya hacker bekerja di belakang layar tanpa diketahui
orang banyak, membantu mengoperasikan pabrik, kantor, dan universitas,
tanpa ada pengaruh yang jelas pada cara hidup para non-hacker. Web
adalah satu kekecualian, bahkan para politisi pun mengakui bahwa barang
mainan hacker yang besar dan berkilauan ini telah mengubah dunia. Untuk
satu alasan ini saja (dan juga banyak alasan bagus lainnya) Anda perlu
mempelajari cara pengoperasian Web.

Maksudnya lebih dari sekedar cara menggunakan browser (sebab kalau itu
siapa pun bisa), tapi mempelajari cara menulis HTML, bahasa markup Web.
Bila Anda belum menguasai pemrograman, lewat menulis HTML Anda akan
diajari beberapa kebiasaan mental yang akan membantu Anda belajar
pemrograman. Jadi, buatlah home page.

Hanya dengan membuat homepage tidak akan membuat Anda menjadi (bahkan
dekat pun tidak) seorang hacker. Web penuh dengan home page. Kebanyakan
hanyalah kotoran tanpa arti, tanpa isi — kotoran yang tampak indah,
tapi tetap kotoran (lebih jauh tentang ini, lihat The HTML Hell Page
).

Agar bermanfaat, halaman Anda harus mengandung /content/ — harus
menarik dan/atau berguna bagi hacker lain. Dan ini mengantar kita pada
bahasan berikutnya…

5. Status dalam Budaya Hacker

Seperti halnya dalam kebanyakan budaya lain tanpa ekonomi uang, dunia
hacker berjalan di atas reputasi. Anda berusaha menyelesaikan
persoalan-persoalan menarik, tapi seberapa menarik persoalan tersebut,
dan apakah solusi Anda benar-benar baik, merupakan sesuatu yang umumnya
hanya dapat dinilai oleh rekan sejawat atau atasan Anda.

Demikian juga, dalam permainan hacker, Anda menjaga nilai terutama lewat
pandangan hacker lain terhadap kemampuan Anda (inilah sebabnya Anda
belum benar-benar seorang hacker sampai hacker-hacker lain dengan
konsisten menyebut Anda seorang hacker). Kenyataan ini dikaburkan oleh
citra hacking sebagai pekerjaan menyendiri; juga oleh tabu budaya hacker
(yang kini perlahan-lahan menghilang namun masih tetap kuat) yang tidak
mengakui bahwa ego atau pengesahan dari luar berpengaruh pada motivasi
seseorang.

Tegasnya, dunia hacker merupakan apa yang disebut oleh para antropolog
sebagai /budaya memberi/. Kedudukan dan reputasi tidak diperoleh dengan
menguasai orang lain, atau dengan menjadi seseorang yang cantik, atau
dengan memiliki sesuatu yang tidak dimiliki orang lain, tapi dengan
memberikan sesuatu. Tepatnya, dengan memberikan waktu Anda, kreativitas,
dan hasil dari kemampuan Anda.

Pada dasarnya ada lima hal yang bisa dilakukan agar dihormati oleh hacker:

5.1 Menulis software open-source.

Yang pertama (yang paling inti dan paling tradisional) adalah menulis
program yang dipandang berguna atau mengasyikkan oleh hacker lain,
kemudian memberikan source programnya untuk digunakan oleh seluruh
budaya hacker.

(Dulu karya semacam ini disebut ’software bebas’ (free software), tapi
istilah ini memusingkan banyak orang karena mereka tidak tahu apa arti
tepat dari ‘free’. Sekarang banyak yang lebih menyukai istilah ’software
open-source ’.)

Para dewa^1 yang dipuja di dunia hacker yaitu mereka yang telah menulis
program besar yang berkemampuan tinggi dan dibutuhkan di mana-mana, lalu
memberikan program ini cuma-cuma, dan sekarang program itu telah dipakai
setiap orang.

5.2 Membantu menguji dan men-debug software open-source

Yang selanjutnya berjasa adalah mereka yang bertahan menggunakan dan
men-debug software open-source. Di dunia yang tak sempurna ini, tanpa
terhindarkan kita harus menghabiskan sebagian besar waktu pengembangan
software dalam tahap debugging. Karena itu setiap penulis software
open-source yang waras akan berpendapat bahwa penguji beta yang baik
(yang tahu bagaimana menjelaskan gejala masalah dengan jelas, bagaimana
melokalisir masalah, mampu mentolerir bug di rilis cepat, dan bersedia
menjalankan beberapa rutin diagnostik sederhana) itu amat sangat
berharga. Bahkan satu saja penguji beta sudah mampu membantu menjadikan
tahap debugging dari mimpi buruk panjang yang melelahkan menjadi hanya
gangguan yang justru menyehatkan.

Bila Anda seorang pemula, cobalah mencari program yang sedang dalam
tahap pengembangan, yang menarik bagi Anda, dan jadilah seorang penguji
beta yang baik. Dari sini Anda secara alamiah akan meningkat dari
membantu menguji program ke membantu memodifikasi program. Anda akan
belajar banyak, dan pada gilirannya nanti Anda pun akan memperoleh
bantuan dari orang lain saat membutuhkan.

5.3 Menerbitkan informasi yang bermanfaat.

Yang bagus juga untuk dilakukan yaitu mengumpulkan dan menyaring
informasi-informasi menarik dan berguna ke dalam halaman Web atau
dokumen seperti FAQ (Frequently Asked Questions — daftar jawaban
pertanyaan-pertanyaan yang sering diajukan orang), dan membuat
dokumen-dokumen ini mudah didapat orang.

Pemelihara FAQ teknis yang besar-besar juga mendapatkan hormat hampir
seperti para penulis software open-source.

5.4 Membantu terus berjalannya infrastruktur.

Budaya hacker (dan juga dalam hal ini pengembangan rekayasa Internet)
dijalankan oleh relawan. Banyak sekali pekerjaan yang dibutuhkan namun
bukan pekerjaan yang agung, yang harus dilakukan agar semuanya tetap
berjalan ? melakukan administrasi mailing list, moderasi newsgroup,
memelihara situs archive software yang besar, mengembangkan
dokumen-dokumen RFC serta standar teknis lainnya.

Mereka yang melakukan hal-hal seperti dengan baik juga dihormati, karena
orang tahu bahwa pekerjaan seperti ini menghabiskan banyak waktu dan
kalah mengasyikkan dibanding bermain dengan kode. Melakukan pekerjaan
seperti ini menunjukkan bahwa seseorang memiliki dedikasi.

5.5 Mengabdi kepada budaya hacker itu sendiri.

Terakhir, Anda dapat mengabdi dan menyebarluaskan budaya hacker (lewat,
misalnya, menulis panduan tepat bagi pemula tentang cara menjadi seorang
hacker :-) ). Anda tidak bisa melakukan hal ini kecuali telah
berkecimpung cukup lama dan menjadi figur yang cukup terkenal di salah
satu dari empat hal sebelumnya.

Budaya hacker tidak persis memiliki pemimpin, tapi memiliki pahlawan,
tetua suku, sejarawan, dan para jubir. Jika Anda telah cukup lama berada
di ‘medan tempur’, Anda dapat saja memperoleh salah satu dari
jabatan-jabatan ini. Peringatan: hacker tidak mempercayai ego tetua suku
yang terlampau mencolok, jadi berbahaya jika Anda terlalu terlihat untuk
berusaha menjadi terkenal. Cara yang benar seharusnya yaitu dengan
memposisikan diri sedemikian rupa sehingga jabatan tersebut jelas telah
Anda capai, lalu kemudian bersikap rendah hati dan ramah sehubungan
dengan kedudukan Anda tersebut.

6. Hubungan Hacker/Orang Nyentrik^2

Bertentangan dengan mitos populer, tidak perlu menjadi orang nyentrik
untuk menjadi hacker. Meski itu sebetulnya membantu, dan pada
kenyataannya banyak hacker yang merupakan orang nyentrik. Menjadi orang
yang tersisih secara sosial membantu Anda tetap memusatkan perhatian
pada hal-hal yang benar-benar penting, seperti berpikir dan hacking.

Karena alasan ini, banyak hacker mengadopsi label ‘nerd’ dan bahkan
menggunakan istilah yang lebih kasar ‘geek’ sebagai lencana kebanggaan
– cara memproklamasikan kebebasan dari tuntutan sosial. Lihatlah The
Geek Page untuk pembahasan
menyeluruh.

Bila Anda tetap dapat memusatkan perhatian pada hacking sampai menjadi
cukup ahli dan tetap memiliki kegiatan sosial, itu sah-sah saja. Hal ini
memang lebih mudah dilakukan sekarang ketimbang waktu saya seorang
pemula di tahun 1970-an; budaya mainstream saat ini jauh lebih ramah
pada para techno-nerd. Malah kini semakin banyak orang yang menyadari
bahwa hacker kadang merupakan kekasih yang berkualitas dan calon
pasangan hidup potensial. Lebih lanjut tentang hal ini, lihat Girl’s
Guide to Geek Guys .

Bila ketertarikan Anda pada hacking adalah karena Anda tidak mempunyai
kegiatan lain, itu juga tidak apa-apa — setidaknya tidak perlu
susah-susah memusatkan perhatian. Mudah-mudahan satu hari nanti Anda
akan memperoleh kehidupan sosial.

7. Panduan Gaya

Saya ulangi, untuk menjadi hacker, Anda perlu memasuki cara pikir
hacker. Hal-hal tertentu yang Anda lakukan saat jauh dari komputer
kadang membantu mencapainya. Tentu saja kegiatan-kegiatan ini bukan
sebagai pengganti hacking (tak ada yang dapat menggantikan hacking) tapi
banyak hacker melakukannya, dan merasa bahwa kegiatan tersebut secara
dasar berhubungan dengan intisari hacking.

* Membaca karya fiksi ilmiah. Datang ke pertemuan fiksi ilmiah
(salah satu jalan yang bagus untuk bertemu hacker dan proto-hacker).
* Mempelajari Zen, dan/atau berlatih bela diri. (Disiplin mental
yang diajarkan serupa dengan hacking dalam hal-hal penting.)
* Mengasah pendengaran musik. Belajar menghargai jenis-jenis musik
yang tidak lazim. Belajar menjadi ahli dalam bermain alat musik
tertentu, atau berlatih bernyanyi.
* Mengembangkan apresiasi akan permainan kata.
* Belajar menulis dalam bahasa asli (Sejumlah banyak hacker,
termasuk semua hacker terbaik yang saya kenal, adalah penulis yang
cakap).

Semakin banyak dari hal-hal di atas yang sudah Anda kerjakan, semakin
besar kemungkinan Anda adalah calon hacker berbakat. Kenapa hal-hal di
atas yang berhubungan dengan hacking tidak sepenuhnya jelas, tapi
semuanya berkaitan dengan gabungan kemampuan otak kiri dan kanan yang
penting (hacker harus dapat berpikir logis dan juga sewaktu-waktu harus
dapat melangkah keluar dari logika umum suatu permasalahan).

Terakhir, sebagian dari hal-hal yang /tidak/ sebaiknya dilakukan:

* Jangan menggunakan ID atau nama samaran yang konyol atau berlebihan.
* Jangan terlibat perang flame di Usenet (atau di mana pun).
* Jangan menggelari diri ‘cyberpunk’, jangan berurusan dengan para
‘cyberpunk’.
* Jangan mengirim posting atau email yang penuh salah ketik dan
bertata bahasa buruk.

Satu-satunya reputasi yang akan Anda dapatkan jika melakukan hal-hal di
atas adalah sebagai orang dungu. Ingatan hacker biasanya bagus –
mungkin dibutuhkan bertahun-tahun lamanya sebelum Anda dapat diterima
kembali.

gravatar

Asal Muasal Virus Komputer


Virus yang pertama kali muncul di dunia ini bernama [Elk Cloner] lahir kira-kira tahun 1981 di TEXAS A&M. Menyebar melalui disket Apple II yang ada operating systemnya. Sang perusak ini mendisplay pesan di layar : “It will get on all your disks-It will infiltrate your chips–yes it is Cloner!-It will stick to you like glue-It will modify RAM too-send in the Cloner!” Hi……………….
Nama “Virus” itu sendiiri baru diberkan setelah 2 tahun kelahirannya oleh Len Adleman pada 3 November 1983 dalam sebuah seminar yang ngebahas cara membuat virus and memproteksi diri dari virus. Tapi orang-orangorang sering menganggap bahwa virus yang pertama kali muncul adalah virus [Brain] yang justru lahir tahun 1986. Wajar aja, soalnya virus ini yang paling menggemparkan dan paling meluas penyebarannya karean menjalar melalui disket DOS yang waktu itu lagi ngetrend. Lahirnya juga bersamaan dengan [PC-Write Trojan] dan [Vindent]
Mulai saat itu, `virus mulai menguasai dunia. Perkembangannya mengerikan dan sangar banget ! berselang satu tahun muncul virus pertama yang menginfeksi file. Biasanya yang diserang adalah file yang berekstensi *.exe Virus ini bernama [suriv] termasuk dalam golongan virus “jerussalem”. Kecepatan penyebarannya cukup ‘menggetarkan hati’ untuk saat itu. Tapi virus ini ngga’ terlalu jahat ko’ soalnya virus ini menghantam dan menghajar mainframe-nya IBM ngga’ lama-lama, cuma setahun (eh setahun itu lama apa sebentar ya…?)
Tahun 1988, muncul serangan BESAR terhadap Machintosh oleh virus [MacMag] dan [scores] dan jaringan Internet dihajar habis-habisan oleh virus buatan Robert Morris. Tahun 1989 ada orang iseng yang ngirim file “AIDS information program” dan celakanya, begitu file ini dibuka, yang didapat bukannya info tentang AIDS, tapi virus yang mengenskrypsi harddisk dan meminta bayaran untuk kode pembukanya (hehehe…….. ada-ada aja cara orang nyari duit)
Sejak saat itu, penyebaran virus udah ngga’ keitung lagi. Akan tetapi dampak yang ditimbulkan ngga’ terlalu besar. Baru tahun 1995 muncul serangan besar-besaran. Ngga’ tanggung-tanggung, mereka nyerang perusahaan-perusahaan besar diantaranya Griffith Air Force Base, Korean Atomic Research Institute, NASA, IBM dan masih banyak PERUSAHAAN RAKSASA lain yang dianiaya oleh “INETRNET LIBERATION FRONT” di hari ~Thanksgiving~. Karena keberanian dan kedahsyatan serangan itu, tahun 1995 dijuluki sebagai tahunnya para Hacker dan Cracker.
Para Cracker memang tidak pernah puas. Setiap muncul sistem operasi atau program baru, mereka sudah siap dengan virus barunya. Kamu yang sering ngetik dengan MS Word mungkin pernah nemuin virus Titassic. Ini virus local asli Indonesia lho… and uniknya, virus ini ngingetin kita buat sholat tepat pada waktunya (waduh, alim juga ya..) Tapi jangan salah, virus macro yang punya judul [concept]ini juga bisa berhati jahat, sangar and ganas banget. Soalnya si alim yang jahat ini bakalan ngemusnahin 80% file-file data and program korbannya.
Nah, seiring dengan perkembangan teknologi, muncul virus pertama yang mengkombinasi virus macro dan worm. Namanya cukup manis [Melissa]. Tapi ngga’ semanis namanya, virus ini bakalan menyebar ke orang lain lewat E-Mail and yang paling menyakitkan, ia bakalan nyebar ke semua alamat E-Mail yang ada di address book-mu. Dan saat ini muncul jutaan virus yang bergentayangan ngga’ karuan di alam Internet.

gravatar

Mengungkap rahasia dibalik CRYPTOGRAPHY Bag. 1


1.1. Definisi

• Kriptografi merupakan seni dan ilmu menyembunyikan informasi dari penerima yang tidak berhak. Kata cryptography berasal dari kata Yunani kryptos (tersembunyi) dan graphein (menulis).

• Cryptanalysis adalah aksi untuk memecahkan mekanisme kriptografi dengan cara mendapatkan plaintext atau kunci dari ciphertext yang digunakan untuk mendapatkan informasi berharga kemudian mengubah atau memalsukan pesan dengan tujuan untuk menipu penerima yang sesungguhnya, memecahkan ciphertext.

• Cryptology adalah ilmu yang mencakup cryptography dan cryptanalysis.

• Encryption adalah transformasi data kedalam bentuk yang tidak dapat terbaca tanpa sebuah kunci tertentu. Tujuannya adalah untuk meyakinkan privasi dengan menyembunyikan informasi dari orang-orang yang tidak ditujukan, bahkan mereka mereka yang memiliki akses ke data terenkripsi. Dekripsi merupakan kebalikan dari enkripsi, yaitu transformasi data terenkripsi kembali ke bentuknya semula.

Enkripsi dan dekripsi pada umumnya membutuhkan penggunaan sejumlah informasi rahasia, disebut sebagai kunci. Untuk beberapa mekanisme enkripsi, kunci yang sama digunakan baik untuk enkripsi dan dekripsi; untuk mekanisme yang lain, kunci yang digunakan untuk enkripsi dan dekripsi berbeda. Dua tipe dasar dari teknologi kriptografi adalah symmetric key (secret/private key) cryptography dan asymmetric (public key) cryptography.

Pada symmetric key cryptography, baik pengirim maupun penerima memiliki kunci rahasia yang umum. Pada asymmetric key cryptography, pengirim dan penerima masing-masing berbagi kunci publik dan privat.

Kriptografi saat ini lebih dari enkripsi dan dekripsi saja. Otentikasi menjadi bagian dari kehidupan kita sama seperti privasi. Kita menggunakan otentikasi dalam kehidupan sehari-hari, sebagai contoh saat kita menandatangani sejumlah dokumen dan saat kita berpindah ke dunia dimana keputusan dan persetujuan kita dikomunikasikan secara elektronis, kita membutuhkan tekikteknik untuk otentikasi. Kriptografi menyediakan mekanisme untuk prosedur semacam itu. Digital signature (tanda tangan digital) mengikat dokumen dengan kepemilikan kunci tertentu, sedangkan digital timestamp mengikat dokumen dengan pembuatnya pada saat tertentu.


1.2. Sejarah

Kriptografi memiliki sejarah yang panjang dan mengagumkan. Penulisan
rahasia ini dapat dilacak kembali ke 3000 tahun SM saat digunakan oleh bangsa Mesir. Mereka menggunakan hieroglyphcs untuk menyembunyikan tulisan dari mereka yang tidak diharapkan. Hieroglyphcs diturunkan dari bahasa Yunani hieroglyphica yang berarti ukiran rahasia. Hieroglyphs berevolusi menjadi hieratic, yaitu stylized script yang lebih mudah untuk digunakan. Sekitar 400 SM, kriptografi militer digunakan oleh bangsa Spartan dalam bentuk sepotong papirus atau perkamen dibungkus dengan batang kayu. Sistem ini disebut Scytale.

Sekitar 50 SM, Julius Caesar, kaisar Roma, menggunakan cipher substitusi untuk mengirim pesan ke Marcus Tullius Cicero. Pada cipher ini, huruf-huruf apfabet disubstitusi dengan huruf-huruf yang lain pada alfabet yang sama. Karena hanya satu alfabet yang digunakan, cipher ini merupakan substitusi monoalfabetik. Cipher semacam ini mencakup penggeseran alfabet dengan 3 huruf dan mensubstitusikan huruf tersebut. Substitusi ini kadang dikenal dengan C3 (untuk Caesar menggeser 3 tempat). Secara umum sistem cipher Caesar dapat ditulis sbb.:

Zi = Cn(Pi)

Dimana Zi adalah karakter-karekter ciphertext, Cn adalah transformasi substitusi alfabetik, n adalah jumlah huruf yang digeser, dan Pi adalah karakter-karakter plaintext. Disk mempunyai peranan penting dalam kriptografi sekitar 500 th yang lalu. Di Italia sekitar tahun 1460, Leon Battista Alberti mengembangkan disk cipher untuk enkripsi. Sistemnya terdiri dari dua disk konsentris. Setiap disk memiliki alfabet di sekelilingnya, dan dengan memutar satu disk berhubungan dengan yang lainnya, huruf pada satu alfabet dapat ditransformasi ke huruf pada alfabet yang lain.

Bangsa Arab menemukan cryptanalysis karena kemahirannya dalam bidang matematika, statistik, dan lingiustik. Karena setiap orang muslim harus menambah pengetahuannya, mereka mempelajari peradaban terdahulu dan mendekodekan tulisan-tulisannya ke huruf-huruf Arab. Pada tahun 815, Caliph al- Mamun mendirikan House of Wisdom di Baghdad yang merupakan titik pusat dari usaha-usaha translasi. Pada abad ke-9, filsuf Arab al-Kindi menulis risalat (ditemukan kembali th 1987) yang diberi judul “A Manuscript on Deciphering Cryptographic Messages”.

Pada 1790, Thomas Jefferson mengembangkan alat enkripsi dengan menggunakan tumpukan yang terdiri dari 26 disk yang dapat diputar scr individual. Pesan dirakit dengan memutar setiap disk ke huruf yang tepat dibawah batang berjajar yang menjalankan panjang tumpukan disk. Kemudian, batang berjajar diputar dengan sudut tertentu, A, dan huruf-huruf dibawah batang adalah pesan yang terenkripsi. Penerima akan menjajarkan karakter-karakter cipher dibawah batang berjajar, memutar batang kembali dengan sudut A dan membaca pesan plaintext.

Sistem disk digunakan secara luas selama perang sipil US. Federal Signal Officer mendapatkan hak paten pada sistem disk mirip dengan yang ditemukan oleh Leon Battista Alberti di Italia, dan dia menggunakannya untuk mengkode dan mendekodekan sinyal-sinyal bendera diantara unit-unit.

Sistem Unix menggunakan cipher substitusi yang disebut ROT 13 yang menggeser alfabet sebanyak 13 tempat. Penggeseran 13 tempat yang lain membawa alfabet kembali ke posisi semula, dengan demikian mendekodekan pesan.

Mesin kriptografi mekanik yang disebut Hagelin Machine dibuat pada tahun 1920 oleh Boris Hagelin di Scockholm, Swedia. Di US, mesin Hagelin dikenal sebagai M-209. Pada tahun 20-an, Herbert O. Yardley bertugas pada organisasi rahasia US MI-8 yang dikenal sebagai “Black Chamber”. MI-8 menjebol kode-kode sejumlah negara. Selama konferensi Angkatan Laut ashington tahun 1921-1922, US membatasi negosiasi dengan Jepang karena MI-8 telah memberikan rencana negosiasi Jepang yang telap disadap kepada sekretaris negara US.

Departemen negara menutup MI-8 pada tahun 1929 sehingga Yardley merasa kecewa. Sebagai wujud kekecewaanya, Yardley menerbitkan buku The American Black Chamber, yang menggambarkan kepada dunia rahasia dari MI-8. Sebagai konsekuensinya, pihak Jepang menginstal kode-kode baru. Karena kepeloporannya dalam bidang ini, Yardley dikenal sebagai “Bapak Kriptografi Amerika”.

Bersambung ….

gravatar

Goong ERP – Hasil Karya Anak Bangsa (ERP Asli Buatan Indonesia)


Dunia ERP di Indonesia masih dikuasai oleh produk-produk luar, sehingga banyak uang Dolar bangsa ini yang dikirim ke luar negara .. kondisi ini seakan keliatan meringis sekali, sebagai bangsa yang secara rata-rata pintar ini, hanya berlaku sebagai penikmat dan pemakai saja .. Apakah itu mental bangsaku tercinta ini, adapun bertaburan aplikasi ERP tapi saya liat tidak adanya saling dukung mendukung, dimana akhirnya satu persatu berguguran, dan ini bukan hanya di industri bisnis aplikasi saja ternyata .. tetapi di sektor teknologi-teknologi lainnya seperti industri otomotif .. banyak insinyur banyak doktor, tapi mana sampai saat ini produk luar saja yang banyak digunakan meski ada tapi belum signifikan, bangsa kita cuma bisa bikin “knalpot” yang brisik saja dan bikin lampu yang bikin silau saja … Ketika saya diberi kesempatan untuk berjalan-jalan ke bangsa-bangsa industri di luar sana .. terlihat sekali bahwa rakyat-rakyatnya sangat mencintai produknya sendiri, terutama bangsa “Jepang” .. woih pool banget tuch, sudah saatnya bangsa kita ini bangkit, dimulai dari hal yang kecil-kecil (kalo kata Aa Gym) sesuai dengan bidang yang dikuasai … nah berbicara hal ini, saya beserta team mencoba untuk menggunakan cara yang dilakukan bangsa “Jepang” pada saat dahulu kala .. yaitu Beli kemudian Bongkar dan Pelajari kemudian buat seperti hal tersebut dengan resource yang memungkinkan, hasilnya seperti saat ini .. sebuah perangkat aplikasi ERP, dimana modulnya cukup lengkap dan dapat di bandingkan dengan produk-produk ERP yang beredar saat ini .. untuk itu kami sangat butuh dukungan .. baik dari Jajaran Pendidikan maupun Dunia Industri untuk memberikan kesempatan kepada kami agar Aplikasi ini menjadi Produk yang dapat membanggakan Bangsa ini .. Untuk itu kami membuka kerja sama bagi instansi pemerintahan, dunia pendidikan, dunia industri agar dapat mendukung produk “Hasil Karya Anak Bangsa” Ini, kalo berbicara harga wah bisa dinegosiasikan banyak jalan menuju roma, kalo masalah fiture silahkan kami diberi kesempatan untuk mempersentasikannya, dan kalau berbicara support, kami membuka selebar-lebarnya business partner, sehingga tidak hanya kami yang menguasainya .. untuk informasi lebih lanjut silahkan kunjungi www.goongbusiness.com, berikut ini screen capture dari Goong Business …
Main Menu
Chart of Account
Employee Management
Document Approval
Production Plan Gantt Chart
CRM Dashboard
Inventory Management
Warehouse Management
Dashboard Management
Trade and Logistic

gravatar

Filosofi dan Teknologi Goong ERP


Sudah lama nich ngak posting artikel, karena padetnya aktivitas dalam mengembangkan aplikasi “9oon9″ – ERP, ngomong-ngomong mengenai filosofi, nama goong diambil dari sebuah instrument alat musik khas masyarakat Sunda asli Indonesia, pasti rekan-rekan sekalian tahu bentuknnya, kita mengambilnya karena goong “menggema”, dan juga kalo tidak ada goong dalam memainkan musik khas sunda rasanya ada yang kurang .. selain hal itu juga goong sering dijadikan simbol dalam sebuah peresmian apapun itu jenis kegiatan peresmiannya, jadi diharapkan aplikasi ’9oon9′ dapat menggema dan dapat digunakan pada jenis usaha apapun .. Amien .. Kemudian huruf “9oon9″ itu sendiri memiliki makna tersendiri dimana huruf “G” kita buat angka “9″ ( sembilan ), jadi maknannya kita mengakui bahwa kita sebagai manusia itu adalah mahluk bodoh atau kita kenal dengan sebutan “OON” hanya saja kita sebagai manusia .. karena semua team beragama muslim, maka ada yang mendampingi dan selalu mengawasi kita yaitu Allah S.W.T. yang memiliki 99 nama atau dikenal dengan “Asmaul Husna” .. jadi kalau kita menggabungkannya  menjadi “9 – oon – 9″, karena kita berpendapat bahwa tidak ada daya upaya bagi manusia dalam membuat sesuatu tanpa seijin NYA … nah itu segelumit mengenai filosofi akan kata dan mengapa kita menamain aplikasi ini dengan “9oon9″, selain dari filosofi juga tapi intinya mudah-mudahan aplikasi ini dapat bermanfaat dan dapat memajukan bangsa kita karena memang aplikasi ini diniatkan untuk baik .. Amien.
Ok, mudah-mudahan sudah dapat menjawab pertanyaan mengenai filosofi “9oon9″, nah ada pertannyaan mengapa kok pakai bahasa Inggris bukan bahasa Indonesia, sebuah pertanyaan yang sangat bagus, sebenernya kita ingin membuatnya, tapi banyak sekali dalam dunia bisnis yang menggunakan bahasa-bahasa universal (Inggris),malahan dengan bahasa Indonesia malah ada istilah yang Asing sehingga cenderung kita lebih mengenalnya dengan bahasa Inggris, selain itu juga kita ingin Mencerdaskan Anak Bangsa, sehingga kita dapat bersaing dengan aplikasi-aplikasi dari Luar …  Amien
Sekarang kita bahas mengenai teknologi yang kita kembangkan dalam aplikasi 9oon9 ini, aplikasi ini kita design mengabungkan 2 teknologi yang popular dalam dunia IT, yaitu teknologi kemudahan dalam update dan perubahan ( WEB) dan teknologi kemudahan dalam penggunaan (Friendly UserBased Window Desktop GUI). Kita mengembangkan teknologi WEB dalam urusan Aplikasi dan Business Process/Logic, dan teknologi Windows GUI kita kembangkan untuk tampilan aplikasi “ Input, Report ” terhadap User .. jadi kalau kita gambarkan adalah sebagai berikut …


9oon9 Technology
9oon9 Technology
Jadi dengan mekanisme teknologi ini, para pengguna aplikasi “9oon9′ akan mendapatkan 2 keuntungan sekaligus, karena dari sisi technical, akan mudah memaintenace aplikasi, semudah memaintenance aplikasi berbasis Web, karena pada sisi user hanya terinstall goong browser, sejenis browser berbasis IE Automation seperti halnya browser Firefox,Opera atau Chrome yang jadi dapat digunakan juga sebagai browser untuk membuka situs-situs di Internet, kemudian keuntungan yang kedua adalah, kemudahan dari sisi user karena User Interfacennya berbasis GUI Windows yang sangat terkenal “User Friendly”, selain kedua hal tersebut adalah dari sisi server, biasannya aplikasi berbasis web menggunakan aplikasi server seperti Apache, IIS dsb, tapi ’9oon9′ memiliki aplikasi server sendiri yang berbasis “WINSOCK“, yang kami sebut dengan nama GBOS ( 9oon9 business object server ), mengapa hal itu kami lakukan ?, yang pertama karena aplikasi ini adalah aplikasi business, maka kami ingin memberikan keamanan lebih bagi para pengguna dalam menggunakan aplikasi “9oon9″ ini, sehingga aplikasi ini menjamin keamanan dan kenyamanan bagi si pengguna aplikasi .., karena dengan menggunakan aplikasi server sendiri, kita dapat membuat role/aturan sendiri .. sesuai dengan keinginan user, sehingga tingkat keamanan dapat diatur sedemikian rupa, contohnya kita dapat atur user yang mengakses dari mekanisme IP bahkan hingga mencatat dari nomor-nomor seri yang ada pada komputer si pengguna seperti nomor hardisk, mac address .. mengapa itu dilakukan ? .. karena sistem akan berjalan di “hutan rimba internet” dimana hukum rimba dapat berlaku, berikut ini tampilan dari “9oon9 browser

Tampilan 9oon9 Business dalam 9oon9 Browser Dengan Merah Putih Ada Di kanan Atas
Tampilan 9oon9 Business dalam 9oon9 Browser Dengan Merah Putih Ada Di kanan Atas
Tampilan PHPMyadmin dalam 9oon9 Browser
Tampilan PHPMyadmin dalam 9oon9 Browser
Tampilan Facebook dalam 9oon9 Browser
Tampilan Facebook dalam 9oon9 Browser
Tampilan Google dalam 9oon9 Browser
Tampilan Google dalam 9oon9 Browser
Tamplilan Menu 9oon9 Business Solution
Tamplilan Menu 9oon9 Business Solution

9oon9 business object server

 

gBOS - Run at Windows Server 2008 64 Bit
gBOS - Run at Windows Server 2008 64 Bit
nah, itu sekelumit mengenai 9oon9 business, untuk keterangan lebih lanjut silahkan hubungi kami di www.goongbusiness.comjangan khawatir mengenai masalah harga dan masalah license, karena database yang kami gunakan adalah database Open Source, dan aplikasi kami design sendiri,  jadi sangat-sangat fleksible, bagi kami yang penting biaya dan ongkos implementasi dapat tergantikan … jadi kami sangat membuka kesempatan kepada Institusi dan baik instutusi negara, pendidikan maupun swasta untuk dapat bekerja sama dengan kami … terima kasih …

gravatar

belajar menjadi hacker


Hacker dengan keahliannya dapat melihat & memperbaiki kelemahan perangkat lunak di komputer; biasanya kemudian di publikasikan secara terbuka di Internet agar sistem menjadi lebih baik. Sialnya, segelintir manusia berhati jahat menggunakan informasi tersebut untuk kejahatan – mereka biasanya disebut cracker. Pada dasarnya dunia hacker & cracker tidak berbeda dengan dunia seni, disini kita berbicara seni keamanan jaringan Internet.
Saya berharap ilmu keamanan jaringan di tulisan ini digunakan untuk hal-hal yang baik – jadilah Hacker bukan Cracker. Jangan sampai anda terkena karma karena menggunakan ilmu untuk merusak milik orang lain. Apalagi, pada saat ini kebutuhan akan hacker semakin bertambah di Indonesia dengan semakin banyak dotcommers yang ingin IPO di berbagai bursa saham. Nama baik & nilai sebuah dotcom bisa jatuh bahkan menjadi tidak berharga jika dotcom di bobol. Dalam kondisi ini, para hacker di harapkan bisa menjadi konsultan keamanan bagi para dotcommers tersebut – karena SDM pihak kepolisian & aparat keamanan Indonesia amat sangat lemah & menyedihkan di bidang Teknologi Informasi & Internet. Apa boleh buat cybersquad, cyberpatrol swasta barangkali perlu di budayakan untuk survival dotcommers Indonesia di Internet.
Berbagai teknik keamanan jaringan Internet dapat di peroleh secara mudah di Internet antara lain di http://www.sans.org, http://www.rootshell.com, http://www.linuxfirewall.org/, http://www.linuxdoc.org, http://www.cerias.purdue.edu/coast/firewalls/, http://www.redhat.com/mirrors/LDP/HOWTO/. Sebagian dari teknik ini berupa buku-buku yang jumlah-nya beberapa ratus halaman yang dapat di ambil secara cuma-cuma (gratis). Beberapa Frequently Asked Questions (FAQ) tentang keamanan jaringan bisa diperoleh di http://www.iss.net/vd/mail.html, http://www.v-one.com/documents/fw-faq.htm. Dan bagi para experimenter beberapa script / program yang sudah jadi dapat diperoleh antara lain di http://bastille-linux.sourceforge.net/, http://www.redhat.com/support/docs/tips/firewall/firewallservice.html.
Bagi pembaca yang ingin memperoleh ilmu tentang jaringan dapat di download secara cuma-cuma dari http://pandu.dhs.org, http://www.bogor.net/idkf/, http://louis.idaman.com/idkf. Beberapa buku berbentuk softcopy yang dapat di ambil gratis dapat di ambil dari http://pandu.dhs.org/Buku-Online/. Kita harus berterima kasih terutama kepada team Pandu yang dimotori oleh I Made Wiryana untuk ini. Pada saat ini, saya tidak terlalu tahu adanya tempat diskusi Indonesia yang aktif membahas teknik-teknik hacking ini – tetapi mungkin bisa sebagian di diskusikan di mailing list lanjut seperti kursus-linux@yahoogroups.com & linux-admin@linux.or.id yang di operasikan oleh Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) http://www.kpli.or.id.
Cara paling sederhana untuk melihat kelemahan sistem adalah dengan cara mencari informasi dari berbagai vendor misalnya di http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3b tentang kelemahan dari sistem yang mereka buat sendiri. Di samping, memonitoring berbagai mailing list di Internet yang berkaitan dengan keamanan jaringan seperti dalam daftar http://www.sans.org/newlook/publications/roadmap.htm#3e.
Dijelaskan oleh Front-line Information Security Team, “Techniques Adopted By ‘System Crackers’ When Attempting To Break Into Corporate or Sensitive Private Networks,” fist@ns2.co.uk http://www.ns2.co.uk. Seorang Cracker umumnya pria usia 16-25 tahun. Berdasarkan statistik pengguna Internet di Indonesia maka sebetulnya mayoritas pengguna Internet di Indonesia adalah anak-anak muda pada usia ini juga. Memang usia ini adalah usia yang sangat ideal dalam menimba ilmu baru termasuk ilmu Internet, sangat disayangkan jika kita tidak berhasil menginternetkan ke 25000 sekolah Indonesia s/d tahun 2002 – karena tumpuan hari depan bangsa Indonesia berada di tangan anak-anak muda kita ini.
Nah, para cracker muda ini umumnya melakukan cracking untuk meningkatkan kemampuan / menggunakan sumber daya di jaringan untuk kepentingan sendiri. Umumnya para cracker adalah opportunis. Melihat kelemahan sistem dengan mejalankan program scanner. Setelah memperoleh akses root, cracker akan menginstall pintu belakang (backdoor) dan menutup semua kelemahan umum yang ada.
Seperti kita tahu, umumnya berbagai perusahaan / dotcommers akan menggunakan Internet untuk (1) hosting web server mereka, (2) komunikasi e-mail dan (3) memberikan akses web / internet kepada karyawan-nya. Pemisahan jaringan Internet dan IntraNet umumnya dilakukan dengan menggunakan teknik / software Firewall dan Proxy server. Melihat kondisi penggunaan di atas, kelemahan sistem umumnya dapat di tembus misalnya dengan menembus mailserver external / luar yang digunakan untuk memudahkan akses ke mail keluar dari perusahaan. Selain itu, dengan menggunakan agressive-SNMP scanner & program yang memaksa SNMP community string dapat mengubah sebuah router menjadi bridge (jembatan) yang kemudian dapat digunakan untuk batu loncatan untuk masuk ke dalam jaringan internal perusahaan (IntraNet).
Agar cracker terlindungi pada saat melakukan serangan, teknik cloacking (penyamaran) dilakukan dengan cara melompat dari mesin yang sebelumnya telah di compromised (ditaklukan) melalui program telnet atau rsh. Pada mesin perantara yang menggunakan Windows serangan dapat dilakukan dengan melompat dari program Wingate. Selain itu, melompat dapat dilakukan melalui perangkat proxy yang konfigurasinya kurang baik.
Setelah berhasil melompat dan memasuki sistem lain, cracker biasanya melakukan probing terhadap jaringan dan mengumpulkan informasi yang dibutuhkan. Hal ini dilakukan dengan beberapa cara, misalnya (1) menggunakan nslookup untuk menjalankan perintah ‘ls <domain or network>’ , (2) melihat file HTML di webserver anda untuk mengidentifikasi mesin lainnya, (3) melihat berbagai dokumen di FTP server, (4) menghubungkan diri ke mail server dan menggunakan perintah ‘expn <user>’, dan (5) mem-finger user di mesin-mesin eksternal lainnya.
Langkah selanjutnya, cracker akan mengidentifikasi komponen jaringan yang dipercaya oleh system apa saja. Komponen jaringan tersebut biasanya mesin administrator dan server yang biasanya di anggap paling aman di jaringan. Start dengan check akses & eksport NFS ke berbagai direktori yang kritis seperti /usr/bin, /etc dan /home. Eksploitasi mesin melalui kelemahan Common Gateway Interface (CGI), dengan akses ke file /etc/hosts.allow.
Selanjutnya cracker harus mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan. Cracker bisa mengunakan program di Linux seperti ADMhack, mscan, nmap dan banyak scanner kecil lainnya. Program seperti ‘ps’ & ‘netstat’ di buat trojan (ingat cerita kuda troya? dalam cerita klasik yunani kuno) untuk menyembunyikan proses scanning. Bagi cracker yang cukup advanced dapat mengunakan aggressive-SNMP scanning untuk men-scan peralatan dengan SNMP.
Setelah cracker berhasil mengidentifikasi komponen jaringan yang lemah dan bisa di taklukan, maka cracker akan menjalan program untuk menaklukan program daemon yang lemah di server. Program daemon adalah program di server yang biasanya berjalan di belakang layar (sebagai daemon / setan). Keberhasilan menaklukan program daemon ini akan memungkinkan seorang Cracker untuk memperoleh akses sebagai ‘root’ (administrator tertinggi di server).
Untuk menghilangkan jejak, seorang cracker biasanya melakukan operasi pembersihan ‘clean-up’ operation dengan cara membersihkan berbagai log file. Dan menambahkan program untuk masuk dari pintu belakang ‘backdooring’. Mengganti file .rhosts di /usr/bin untuk memudahkan akses ke mesin yang di taklukan melalui rsh & csh.
Selanjutnya seorang cracker dapat menggunakan mesin yang sudah ditaklukan untuk kepentingannya sendiri, misalnya mengambil informasi sensitif yang seharusnya tidak dibacanya; mengcracking mesin lain dengan melompat dari mesin yang di taklukan; memasang sniffer untuk melihat / mencatat berbagai trafik / komunikasi yang lewat; bahkan bisa mematikan sistem / jaringan dengan cara menjalankan perintah ‘rm -rf / &’. Yang terakhir akan sangat fatal akibatnya karena sistem akan hancur sama sekali, terutama jika semua software di letakan di harddisk. Proses re-install seluruh sistem harus di lakukan, akan memusingkan jika hal ini dilakukan di mesin-mesin yang menjalankan misi kritis.
Oleh karena itu semua mesin & router yang menjalankan misi kritis sebaiknya selalu di periksa keamanannya & di patch oleh software yang lebih baru. Backup menjadi penting sekali terutama pada mesin-mesin yang menjalankan misi kritis supaya terselamatkan dari ulah cracker yang men-disable sistem dengan ‘rm -rf / &’.
Bagi kita yang sehari-hari bergelut di Internet biasanya justru akan sangat menghargai keberadaan para hacker (bukan Cracker). Karena berkat para hacker-lah Internet ada dan dapat kita nikmati seperti sekarang ini, bahkan terus di perbaiki untuk menjadi sistem yang lebih baik lagi. Berbagai kelemahan sistem di perbaiki karena kepandaian rekan-rekan hacker yang sering kali mengerjakan perbaikan tsb. secara sukarela karena hobby-nya. Apalagi seringkali hasil hacking-nya di sebarkan secara cuma-cuma di Internet untuk keperluan masyarakat Internet. Sebuah nilai & budaya gotong royong yang mulia justru tumbuh di dunia maya Internet yang biasanya terkesan futuristik dan jauh dari rasa sosial.
Pengembangan para hobbiest hacker ini menjadi penting sekali untuk keberlangsungan / survival dotcommers di wahana Internet Indonesia. Sebagai salah satu bentuk nyatanya, dalam waktu dekat Insya Allah sekitar pertengahan April 2001 akan di adakan hacking competition di Internet untuk membobol sebuah server yang telah di tentukan terlebih dahulu. Hacking competition tersebut di motori oleh anak-anak muda di Kelompok Pengguna Linux Indonesia (KPLI) Semarang yang digerakan oleh anak muda seperti Kresno Aji (masaji@telkom.net), Agus Hartanto (hartx@writeme.com) & Lekso Budi Handoko (handoko@riset.dinus.ac.id). Seperti umumnya anak-anak muda lainnya, mereka umumnya bermodal cekak – bantuan & sponsor tentunya akan sangat bermanfaat dan dinantikan oleh rekan-rekan muda ini.
Mudah-mudahan semua ini akan menambah semangat pembaca, khususnya pembaca muda, untuk bergerak di dunia hacker yang mengasyikan dan menantang. Kalau kata Captain Jean Luc Picard di Film Startrek Next Generation, “To boldly go where no one has gone before”.